Assalamu'alaikum kali ini saya akan memposting biografi tentang diri saya sendiri. Check It Out :)
Nama saya Difa Shaffina Pahlevi. Biasa dipanggil Difa. Saya lahir di Jakarta 8 April 2001. Saat ini saya tinggal di Bekasi. Saya merupakan anak dari 3 bersaudara dengan ayah yang bernama Junaidi Prakoso dan Ibu yang bernama Raden Siti Zulaeha. Saya tidak memiliki kakak melainkan memiliki 2 adik yang berjenis kelamin laki laki. Adik saya yang pertama bernama M. Rizqi Fadhillah dan yang kedua adalah M. Zhaffif Al-Ghifari. Mereka masih menduduki sekolah dasar. Jarak antara kami terpaut 6-7 tahun. Padahal saya selalu berharap untuk memiliki saudara yang jaraknya dekat. Namun apa daya mungkin ini memang takdir Allah SWT. Hobi saya adalah menulis kata kata mutiara atau quotes, membaca karya sastra. dan menghias sesuatu hal. Cita cita saya cukup berkaitan dengan hobi saya yaitu menjadi penulis dan designer. Walaupun kadang kadang saya juga ingin menjadi guru.
Pada umur 4 tahun, saya memulai pedidikan dijenjang TK, tepatnya di TK yang berada di Batu, Malang (saya lupa namanya). Setelah 1 tahun tinggal di Malang, pekerjaan ayah saya kembali dipindahkan ke ibu kota sehingga saya melanjutkan pendidikan TK di Jakarta yaitu TK Al-Ikhlas. Pada umur 6 tahun, keluarga saya pindah ke Bekasi karena alasan yang sama yaitu pekerjaan ayah saya. Saat itu saya melanjutkan pendidikan di SD Jaya Suti Abadi. Setelah 6 tahun duduk disekolah berbasis global school, saya pun melanjutkan pendidikan di sekolah negeri. Tepatnya di SMPN 1 Tambun Selatan. Cukup sulit untuk masuk kesekolah itu, dan untungnya saya di terima.
Selama menjalani pendidikan di SMP, saya selalu membuat Life Goals di kertas. Dan salah satu life goals saya adalah melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Tambun Selatan. Namun harapan itu musnah karena orang tua saya tidak mengijinkan saya untuk masuk ke sekolah negeri lagi. Mereka berkata kalau saya harus mendapatkan lingkungan yang lebih baik lagi dari sekolah sebelumnya. Saat itu saya didaftarkan di SMAIT Al-fidaa. Saya tidak menolak, hanya saja cukup kecewa karena itu bukan hal yang saya harapkan. Dan lagi lagi saya berfikir kalau ini memang takdir yang Allah berikan untuk saya.
Setelah menjalani ujian nasional, saya pun mendapatkan hasil dari kerja keras saya selama ini. Jujur saya cukup kecewa karena nem yang saya dapatkan tidak sesuai dengan target di Life Goals. Namun besar kecil nem yang saya dapatkan juga tidak akan merubah kemana saya akan melanjutkan pendidikan. Saya tetap akan bersekolah di SMA yang sudah orangtua saya pilihkan. Iri, itulah yang saya rasakan ketika melihat teman teman saya di terima di sekolah yang saya impikan. Namun saat itu saya tetap berfikiran positif bahwa pilihan orang tua saya adalah yang terbaik untuk saya.
Di Tahun 2016 tepatnya saat saya berumur 15 tahun, saya melanjutkan pendidikan di SMAIT Al-fidaa. Tidak ada yang saya kenal saat masuk di sekolah itu. Semuanya beda, itu yang saya rasakan. Namun lambat laun saya akan terbiasa dengan perbedaan perbedaan yang ada di sekolah itu. Dan saya sangat berterima kasih dengan orang tua saya yang sudah memilih sekolah yang lebih baik untuk saya. Bahkan rasa iri yang selalu saya rasakan sudah berganti dengan rasa bersyukur, karena saya tau ini memang takdir untuk saya.Nb: Untuk memenuhi Tugas TIK
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantapp jiwah
BalasHapusnapsu amat sampe 2x
HapusOke 👍
BalasHapusKhanmaend ah, bahasa penulis beud:V
BalasHapus